Iklan Kalapas Panyabungan Front Mobile

Ketua DPRD Akhmad Syukri Nazry : Ada Oknum TNI AL Yang Memeras Para Nelayan

0 653
Iklan Kalapas Sibolga MOBILE

Edlanews.com| SIBOLGA – Ketua DPRD Sibolga Akhmad Syukri Nazry ada oknum TNI AL yang memeras para nelayan saat hendak pergi berlaut. Hal ini disampaikannya usai menerima aksi unjuk rasa ribuan nelayan Sibolga dan Tapteng di Kantor DPRD Sibolga. Kamis (17/10/2019).

Politisi partai NasDem Akhmad Syukri Nazry saat dikonfirmasi para awak media mengatakan, Sesuai dengan tuntutan para demontras ada oknum TNI angkatan laut yang memeras nelayan saat mencari nafkah di laut.

“Masyarakat datang ke Kantor DPRD Sibolga. Untuk menyampaikan aspirasi terkait banyaknya pungutan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga mereka diperas agar dibolehkan berlayar tetapi dengan cara memeras mereka.”

Dari pihak nelayan sendiri, mereka menyampaikan bahwa ada bukti praktek pemerasan yang dilakukan oknum TNI AL ditengah laut.

“Para nelayan akan menunjukkan buktinya kepada saya, serta akan menyerahkan ke mabes pomal TNI AL bukti-bukti itu, dan kami dari pihak DPRD juga akan mengumpulkan bukti-bukti. Sehingga tidak adanya fitna” katanya.

Pihaknya pada Jumat (18/10/2019) akan memanggil pihak TNI Angkatan Laut.

Tidak hanya praktek pemesaran, bom ikan didalam tuntutan para demontrans juga disebutkan, “maka dengan ini saya selaku pribadi dan lembaga menyampaikan bahwa pelaku bom ikan itu agar tembak ditempat. Karena itu merusak lingkungan dan biota laut,” Tegas Syukri.

Para pelaku bom ikan jangan juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari rejeki mereka dengan cara memeras agar mereka dapat berlayar.

Selain Angkatan laut, pihaknya juga akan memanggil Pol air dan psdkp.

“Kami juga akan melihat apakah ini terkait atau tidak, tetapi sesuai dengan tuntutan masyarakat itu hanya dari oknum TNI angkatan laut,” ungkap Syukri.

Karena para masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa lebih pesifik menunjukan kepada oknum angkatan laut.Sebut politisi muda Syukri Penarik.

Ia menyebut dalam 2 (dua) hari pihak DPRD akan memberikan jawaban dan solusi terbaik bagi masyarakat khusunya para nelayan.

Sementara mengenai alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Harusnya dicari solusi bagaimana para nelayan agar bisa dapat berlayar kembali untuk mencari nafkah. Jangan juga dengan alasan alat tangkap tersebut dapat memeras para nelayan.Tutup Syukri.(Edu Laoly).

Iklan Sidimpuan Berita
Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang