Terhitung Tanggal 21 Maret Hingga 14 Hari Kedepan Sekolah PAUD Hingga SMP Sederajat di Liburkan

0 474

Edlanews.com| SIBOLGA – Terhitung mulai tanggal 21 Maret hingga 14 hari kedepan sekolah PAUD hingga SMP sederajat di liburkan. Hal ini sesuai hasil rapat yang dilaksanakan pemko Sibolga pada Jumat (20/03/2020).

Sesuai dengan notulen rapat kordinasi tentang penanganan dan penyebaran virus corona.

Wali kota Sibolga H.M Syarfi Hutaruk saat konfrensi persnya menyampaikan, untuk menyahuti, mengantisifasi memutus mata rantai berkembangannya virus corona (Covid-19) sesuai dengan himbauan 5 hari yang lalu, pada pagi tadi dinas pendidikan bersama kepala sekolah dan guru, dilanjutkan dinas kesehatan, rumah sakit berserta puskesmas mengadakan pembahasa dan rapat hingga berkali-kali.

Dari hasil rapat pemerintah kota maka rapat mengusulkan kepada Wali kota mulau hari Sabtu tanggal 21 Maret sudah tepat kiranya untuk mengambil keputusan mengliburkan sekolah hingga 14 hari lamanya.

“Inilah alasananya kenapa sekarang, kenapa bukan minggu kemaren. Karena
anak-anak sedang belajar dan akan menghadapi ujian, kasihan nanti,” ungkap Syarfi.

Syarfi menggungkapkan. Terhadap anak sekolah yang libur, telah ada modul untuk dibahas pelajar di rumah. Dan memerintahkan kepala sekolah serta guru, untuk memonitor kondisi anak belajar di rumah, jangan dibiarkan.

Syarfi menghimbau kepada orang tua karena anak tidak dikontrol lagi di sekolah, agar orang tua dirumah secara tepat, tegas untuk melakukan monitor kepada anak-anak nya.

” Orang tua harus mengontrol anak -anaknya dirumah, belajar atau tidak, kemana saja berpergian. Kalau bisa dirumah saja bermain dan membiasakan mencunci tangan.”

Memerintahkan kepada dinas kesehatan, rumah sakit dan BPBD untuk melakukan penyemprotan ketempat-tempat ibadah, Sekolah, maupun tempat keramaian.

Kepada rumah sakit agar secara ketat mengawasi setiap kunjungan terhadap pasien tidak sebebas dulu lagi.

Mohon maaf jangan masyarakat tersinggung. Kalau petugas rumah sakit, tegas soal ini. Dengan memeriksa suhu badan kemudian akan diminta mencuci tangan.

” Jangan pula lagi marah sama petugas rumah sakit,” kata Syarfi.

Kepada camat dan lurah untuk memonitor tingkat kesehatan masyarakat di wilayah masing-masing. Kalau ada hal-hal yang berkembang yang lain, harus disampaikan ke dokter puskesmas dan rumah sakit.

Selanjutnya Satpol PP, camat dan lurah secara keras memonitor warnet agar tidak buka untuk sementara.

Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang menghimpun keramaian. Dan kepada pihak restoran dan hotel agar menyediakan tempat cuci tangan.Ungkap Syarfi. (Edu Laoly).

Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.