6 Personil Satpol PP dan Damkar Menjadi Korban Pemukulan, Syarfi Hutauruk : Saya Akan Pimpin Langsung Kelanjutan Pembongkaran Jangan Takut

0 242

Edlanews.com | SIBOLGA – Wali Kota Sibolga H.M. Syarfi Hutauruk marah , saat membesuk dan melihat kondisi sebanyak 6 (enam) orang personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Sibolga, di RSU FL. Tobing pada Kamis (03/10/19) sore.

Sebanyak 6 personil Satpol PP dan Damkar yang sedang dirawat dan mendapatkan pengobatan, merupakan korban amukan pemilik Warung Liar yang terjadi di ujung jalan horas, tepatnya di sekitar pelabuhan Pelindo I. Kejadian tersebut terjadi pada hari kedua pembongkaran Warung Liar, yang dimulai pada Rabu (02/10/19) pagi.

Wali Kota Syarfi Hutauruk menyampaikan, “saya yang memerintahkan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar untuk melakukan pembongkaran, mengambil alih kembali lahan negara yang telah diserobot dan dikuasai hingga belasan tahun sesuka hati.”

Pemerintah kota sudah berbuat sangat humanis, kendati mereka telah melanggar aturan. Sosialisasi baik melalui pemerintah kecamatan dan juga kelurahan serta waktu tenggang selama berbulan-bulan juga telah diberikan.

Namun tetap saja beberapa pemilik warung liar tetap membandel tidak mau membongkar sendiri.

Malah memukuli dengan balok kayu dan melempari personil Satpol PP dan Damkar saat melakukan pembongkaran, dan mengakibatkan enam orang korban.” Ujar Syarfi dengan mimik wajah marah dan penuh kekecewaan.

Ia juga menjelaskan, Untuk kebutuhan lalu lintas peti kemas, truk dan angkutan lainnya yang keluar masuk pelabuhan, bersama unsur Forkopimda kita sudah rapat beberapa kali, dan semua sepakat untuk ini dibongkar.
Semenjak Terminal Penumpang telah diresmikan Presiden Jokowi, aktivitas penumpang dan juga barang semakin tinggi di Pelabuhan Pelindo I tersebut.

Warung liar yang berdiri di sekitaran pintu masuk pelabuhan, sangat mengganggu arus lalu lintas peti kemas, truk dan angkutan lainnya, juga menimbulkan kesan kumuh dan amburadul.

Syarfi menambahkan, Masyarakat sekitar juga telah berulang kali mendesak pemerintah kota untuk segera menutup warung-warung liar tersebut. Dikarena meresahkan menjadi tempat mabuk-mabukan menjual minuman keras Tuak Nifaro.

Bahkan masyarakat sekitar juga pernah mengancam akan melakukan tindakan pembongkaran paksa, jika pemerintah kota tidak segera lakukan pembongkaran.

Namun Pemko Sibolga menenangkan masyarakat yang marah, agar tidak terjadi konflik sesama masyarakat, dan berjanji akan segera melakukan pembongkaran dengan cara santun.

Namun ini balasan yang didapatkan atas cara-cara humanis yang telah kami lakukan. Jangan salahkan saya jika seandainya masyarakat setempat mengambil langkah-langkah main hakim sendiri atas yang terjadi ini. Sebut Syarfi.

Beberapa personil Satpol PP dan Damkar yang saat itu berada di lokasi kejadian memaparkan,

“sengaja sepertinya ini, mereka sengaja menyuruh kaum perempuan dan ibu-ibu menghadang dan memukuli kami, supaya kami terpancing marah dan membalas perlakuan perempuan dan ibu-ibu itu, dan akhirnya kami jadi dituduh salah karena memukuli perempuan. Namun kami tidak terpancing. Terbukti setelah ricuh, kaum laki-laki mulai muncul entah dari mana dan melempari kami dengan batu, dari mana batu bisa dapat sebanyak itu dalam sekejap, dugaan kami ini telah direncanakan,” ujar beberapa personil Satpol PP dan Damkar.

Syarfi menegaskan, bahwa pemerintah kota akan membuat pengaduan kepada pihak kepolisian atas kasus ini.

“Mereka ini sedang melaksanakan tugas negara, mengambil kembali dan mempertahankan aset negara yang diserobot oleh oknum-oknum pemilik warung, namun diperlakukan seperti ini. Pemerintah kota akan segera membuat pengaduan kepada pihak kepolisian, dan saya berharap pihak kepolisian dapat bergerak cepat untuk menangkap pelaku dan menuntaskan kasus ini”, ungkap Syarfi

Ditambahkan pada kesempatan ini juga memberikan dukungan moril kepada personil Satpol PP dan Damkar, “Personil Satpol PP dan Damkar jangan khawatir hal seperti ini, kita jadwalkan saya akan pimpin langsung kelanjutan pembongkaran. Bila perlu kita bawa alat berat untuk membongkar lokasi itu. Jangan takut, saya akan membackup kalian penuh untuk tugas-tugas negara seperti ini. Kita jadwalkan pembongkaran berikutnya akan melibatkan aparat TNI dan Polri. Apapun resikonya akan saya hadapi untuk menuntaskan pembongkaran ini.” Tegas Syarfi (Edu Laoly).

SAIL NIAS INDRA PC
Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.