Kajari Indikasikan Ada Oknum Penunggang Merusak Bantuan Covid

0 835

Edlanews.com| SIBOLGA – Beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa beras bantuan Covid-19, kualitasnya tidak bagus, ternyata mengusik forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda), dalam hal ini termasuk Kejari Sibolga, Henri Nainggolan.

Seperti yang disampaikan orang nomor satu di kejaksaan negeri Sibolga ini disela-sela pembagian bantuan sosial dari Pemko Sibolga, mengakui bahwa Kejaksaan Sibolga selama mengikuti proses pembagian bantuan sembako selalu dilibat.

“Kami kebetulan Kejaksaan ikut, sebagai Wakil Ketua di dalam kepanitiaan Covid. Kami ada menerima dan mendengar informasi miring, kami perlu menjelaskan, apabila nanti bapak ibu sudah menerima beras yang 25 Kg ini, tolong Bapak Ibu langsung membuka beras ini di rumah, karena sebelum dibagi nanti disini, beras ini akan dibuka, benar atau tidaknya beras layak atau tidak layak dikonsumsi, apabila ada menerima beras yang tidak layak dikonsumsi, hitam atau kuning, silahkan langsung menghubungi pihak kepling dan kepling langsung memberitahukan kepada Lurah, hari ini langsung diganti, jangan sampai 2 – 3 hari, Bapak Ibu baru sampaikan bahwa beras tidak bagus, mungkin komplain Bapak Ibu tidak diterima lagi,” kata Kejari saat pembagian bantuan Covid-19 di Kantor Kelurahan Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Selasa (19/05/2020).

Menurutnya, rentan waktu tersebut membuka ruang bagi mereka yang ingin menunggangi masyarakat untuk memperkeruh suasana di masa pandemi covid ini.

“Karena kenapa, ada indikasi, ada orang yang akan menunggangi Bapak Ibu bahwa beras yang dibagikan oleh Pemerintah Kota Sibolga tidak layak dikonsumsi,” ungkapnya.

Dikatakan Henri, bahwa statemen beberapa orang di media sosial membuat mereka terusik, padahal mereka terus melakukan chek terhadap bantuan yang akan disalurkan.

“Sampai dua minggu ini, kami ikut terus dengan beliau (Wali Kota), sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Covid 19, bersama Pak Danlanal, Pak Dandim, dan Pak Kapolres juga ikut memantau bahkan ikut untuk menyaksikan pembagian ini. Jadi, kadang – kadang kami berpikir, kami merasa terusik karena kami ikut menjadi saksi dalam hal pembagian ini, ada oknum-oknum yang mencoba mencari panggung, dalam keadaan situasi Pandemi ini untuk mencari nama,” tegasnya.

“Tolong bapak – ibu, karena ini bantuan ikhlas tidak ada embel-embelnya ini, untuk pilih si A si B, atau si C. Karena bantuan ini tidak untuk Pilkada, dan tidak untuk Pileg, Bapak Wali Kota ini adalah Wali Kota yang terakhir di periodenya, dan tidak ada kemungkinan lagi untuk naik ke tiga kalinya, jadi tidak ada kepentingan, ini tulus dan ikhlas menerima bantuan yang tulus dan ikhlas, jangan datang kata yang mendiskreditkan atau menghujat Pemerintah Kota, memberikan beras tidak layak konsumsi padahal bisa buktikan sendiri,” sambungnya.

“Ingat dosanya itu dua kali lipat, karena kenapa, kita memberi ikhlas tapi bapak – ibu mengatakan bahwa kita tidak memberikan yang layak dimakan dan tidak layak konsumsi padahal layak,” pungkasnya.

Sebelumnya, postingan salah seorang oknum anggota DPRD Sibolga yang menyebutkan bahwa beras bantuan ‘kaleng-kaleng’, sehingga ada aksi penolakan yang dilakukannya sendiri di media sosial agar tidak dilanjutkan pembagian tersebut. (Edu Laoly).

Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.