Kronologis Pasien PDP Asal Sibolga Yang Meninggal Dunia

0 620

Edlanews.com| SIBOLGA – Pada tanggal (28/04/2020) tepatnya hari selasa pukul 12.00 Wib, pasien berinisial BUL (40 tahun), warga Jalan Pulo Rembang Kelurahan Pasar Belakang Kecamatan Sibolga Kota, dibawa ke IGD Rumah sakit Metta Medika yang terletak di Jalan Sutoyo Siswomiharjo No. 34 Sibolga. Dengan keluhan sesak nafas serta badan lemas dan dengan riwayat penggunaan obat anti tuberkulosis 1 bulan dari Puskesmas Sambas.

Hal ini diterangkan Koordinator penanganan covid 19 Sibolga, Kadis kesehatan Firmansyah Hulu dalam konferensi persnya, Kamis (30/04/2020).

Ia Menjelaskan bahwa, ada keluhan dan riwayat pasien tersebut, maka dilakukan pemeriksaan menyeluruh kepada pasien.

Pada pukul 13.25 Wib, pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Metta Medika II yang terletak Jl. Diponegoro No.6 Pancuran Gerobak untuk keperluan rontgen.

“Dari hasil rontgen yang dilakukan terhadap pasien ditemukan infiltrate paru yang bersangkutan, Oleh dokter dinyatakan bahwa pasien menderita penyakit TBC paru-paru”,Kata Firmansyah Hulu.

Lanjut Firman,”Pada pukul 17.00 Wib, dilakukan rapid test dan hasilnya ternyata reaktif (positif)”.

” Karena kita tahu bahwa sekarang pasien-pasien yang datang dengan keadaan sesak dan ada gejala seperti covid-19, maka dilakukan rapid test,” katanya.

“Atas dasar itu bahwa, kondisi pasien yang berinisial BUL sudah TBCnya akut, maka untuk pemeriksaan lanjutan dan dirujuk ke Medan tepatnya di Rumah Sakit Martha Friska”,Ungkap Firmansyah Hulu.

Dari Rumah Sakit Metta Medika Sibolga pada pukul 12.05 Wib tengah malam diberangkatkan ke Medan dan tiba di Rumah Sakit Medan pada pukul 06.30 Wib.

” Langsung serah terima pasien ke Rumah Sakit Martha Friska Medan.”

Pada pukul 18.05 Wib, pasien PDP yang berinisial BUL dinyatakan meninggal dunia, Karena pasien tersebut dirujuk dengan status PDP (Pasien dalam Pemantauan), maka proses penanganan kepada almarhum dilakukan secara protokol covid-19.

Pada pukul 21.00 Wib, Almarhum dikebumikan di tempat pemakaman covid-19 di Simalingkar Medan.

” Jadi ini lah proses yang terjadi kepada Almarhum insial BUL, perlu kami jelaskan bahwa tidak ada riwayat perjalanan Almarhum dari luar daerah atau zona merah. Memang 2 minggu terakhir ia menetap dirumah karena penyakitnya sudah makin parah,” tutup Firmansyah Hulu.(Edu Laoly).

Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.