Lapas Klas II A Sibolga Mengukuhkan Satoptanal Duta layanan Hingga Pemberian Penghargaan Petugas Berprestasi

0 243

Edlanews.com| SIBOLGA – Lembaga permasyarakatan (Lapas) klas II A Sibolga,
mengukuhkan satoptanal dan Duta layanan, serta pemberian penghargaan petugas berprestasi. Acara dilaksanakan disela-sela apel kesadaran nasional, Selasa (17/03/2020). Bertempat di lapangan upacara, pada pukul 08.00 Wib.

Kalapas klas II A Sibolga Surianto saat dikonfirmasi menjelaskan, tugas utama dari pembentukan satopnal untuk kepatuhan internal, sementara duta layanan bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan di Lapas klas II A Sibolga kepada masyarakat yang menggunakan layanan permasyarakatan.

Maksud pelayanan tersebut berupa kunjungan, informasi dan komas.

Komas sendiri merupakan produksi pelayanan hukum yang dititip di Lapas Sibolga.

Didalam pelayanan komas, semua keluhan masyarakat bisa ditampung dan langsung sampai ke meja Menteri. Seperti hak atas upah, hak tanah dan sebagainya keluhan masyarakat. Jelas Surianto.

Komas tersebut bersifat luas, nantinya akan disertai aplikasi.

” Kalau misalnya jurnalis mengambil aplikasi itu, bisa kita kasih. Yah kalau ada keluhan masyarakat tentang apa saja bisa langsung masuk kesitu, apalagi berkaitan dengan ham ya. Misalnya upah buruh itu bisa cepat ditindak lanjutin itu,” kata Surianto.

Sementara ini dikarena personilnya diperbantukan dari pegawai Lapas Sibolga, Lapas telah membuat pos yang berada di depan prortir.

Filosofi dasar pembentukan satoptnal, bila ada oknum petugas Lapas yang terlibat dengan kegiatan yang tidak diperbolehkan akan ditertipkan, mulai dari sanksi adminitratif sampai pemberhentian.

” Makanya sebelum kita menertipkan yang lain, kita tertipkan diri kita sendiri. Contoh sanksi adminitrafi misalnya sering terlambat, apalagi dia terlibat narkoba ya harus diberhentikan,” ungkap Surianto.

Surianto menambahkan, dalam apel kesadaran 1 orang pegawai lapas mendapatkan penghargaan pegawai terbaik. Dan setiap bulannya akan dilaksanakan.

Penilai bagi pegawai terbaik dinilai dari ketepatan hadir, ketepatan menyelesaikan tugas, keperdulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak pernah melakukan pelanggaran.

Pemberian penghargaan bagi pegawai terbaik, akan dilaporkan ke dirjen pas hingga ke Menteri reformasi birograsi. Karena penilaian tersebut masuk ke aplikasi reformasi birograsi.

Surianto berharap, akan memaksimalkan layanan kepada masyarakat dengan sangat baik. (Edu Laoly).

Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.