Lapas Sibolga Gandeng Dinas Kesehatan Mensosialisasikan Pencegahan Covid – 19

0 159

Edlanews.com| SIBOLGA – Lapas klas IIA Sibolga menggandeng dinas kesehatan mengsosialisasikan pencegahan covid -19.
Acara tersebut diadakan di halaman penjara yang berkafasitas 1200 penghuni lebih. Jumat (20/03/2020), pada pukul 08.00 wib.

Sosialisasi pencegahan corona dibawakan oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Sibolga Sri Wahyuni, di dampingi kalapas dan pejabat skuktural. Acara tersebut diikuti seribuan warga binaan permasyarakatan.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Sibolga, Sri Wahyuni menyampaikan, Kalapas Sibolga memintak kepada dinas kesehatan Sibolga. Untuk memberikan informasi kepada warga binaan di Lapas Sibolga, terkait dengan bencana nasional corona yang terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi juga terjadi didunia.

Lanjut Sri Wahyuni, untuk memutus mata rantai penularan covid – 19 dengan cara memberikan edukasi kepada warga yang benar untuk mengatasinya, lalu mengisolasi diri di rumah untuk menghindari penyebaran virus yang tengah marak tersebar selama 14 hari.

Sri berpesan kepada masyarakat yang keluar dari rumah untuk menimarisir penyebaran dengan menjaga jarak 1 meter dari orang lain, membiasakan diri dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian mencuci tangan pakek sabun dengan air yang mengalir, dan ketika batuk dan bersin agar tidak sembarangan.

Kalapas klas IIA Sibolga Surianto menambahkan, atas nama lapas Sibolga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemko Sibolga dan pemkab Tapteng yang sangat perduli memutus mata rantai penyebaran covid -19.

Aktifitas di dalam Lapas tetap seperti biasa, yang sedikit beruba adalah jadwal kunjungan besuk.

“Bukan beartikan tidak bisa bertemukan, bisa menggunakan teknologi sekarang,” kata Surianto.

Sesuai standar kesehatan pencegahan penyebaran covid -19, pihak lapas telah melaksanakannya.

Bahkan pada pagi tadi, Lapas Sibolga menerima penambahan dari UPT permasyarakat Sumut sebanyak 42 orang. Lapas klas IIA Labuhan Ruku sebanyak 33 orang dan Lapas Klas IIB Tanjung Balai sebanyak 9 orang.

Semua akan dikarantina selama 14 hari di sel khusus karantina didalam Lapas serta telah mempersiapkan SOP pemeriksaan sesuai arahan dan petunjuk Pemerintah pusat. Jelas Surianto. (Edu Laoly).

Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.