Lapas Klas II A Sibolga Berkerjasama BNNK Tapsel Melakukan Test Urine

0 303

Edlanews.com| TAPANULI TENGAH – Lembaga permasyarakatan Klas IIA Sibolga, berkerjasama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan Melakukan test urine.yang dilaksanakan di aula lapas pada Jumat (8/11/2019).

Test Urine tersebut diikuti seluruh pegawai, mulai dari Kalapas, kepala seksi, kasubsi, anggota jaga, piket malam dan berapa warga binaan permasyarakatan yang diambil secara acak.

Kepala seksi rehabilitasi BNNK Tapsel Ibrahim Harahap saat dikonfirmasi mengatakan, Kegiatan test urine yang dilakukan untuk bersinergi bersama lapas Sibolga dalam penaganan dan pemberantasan narkoba didalam penjara.

Ibrahim menuturkan, Pemeriksaan urine yang dilakukan dimulai dari kalapas, kasi, kasubsi hingga warga binaan lapas.

Total yang ditest oleh BNNK sebanyak sembilan dua (92) orang. diantara Pegawai 57 orang dan Warga binaan 35 orang secara acak.

Sementara dari petugas BNNK yang hadir sebanyak 6 orang. Yang terdiri dari dokter, tim medis dan bidang pengamanan serta rehabilitasi.

Sesuai undang-undang 35 pasal 54, bahwa penggunan narkoba wajib untuk direhabilitasi.

” Yang dimaksud hanya pengguna narkoba bukan bandar narkoba ya,” sebut Ibrahim.

Ibrahim menuturkan bahwa di BNNK ada 3 seksi, yakni seksi pencegahan, seksi pemberantasan, dan seksi rehabilitasi.

” Kalau ada warga binaan atau pun pegawai lapas yang positif narkoba melalui test urine akan dilakukan rehabilitasi atas ijin dari kalapas sendiri,” sebut Ibrahim.

Sistem rehabilitasi ada dua bagian yaitu rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap. Tempat rawat inap berada di Lubuk Pakam dan untuk rawat jalan BNN Tapanuli Selatan tepatnya di klinik pratama, di Rumah sakit Padang Sidimpuan dan di Rumah sakit Tapanuli Selatan.

“Kalau di rumah sakit lain, belum ada dilatih oleh BNN untuk menangani sebagai asesor dan konseling dari masalah Narkoba ini.”

Dari hasil test urine yang dilakukan semua negatif tidak ada ditemukan yang positif menggunakan narkoba baik dari pegawai lapas dan warga binaan yang diambil urinenya secara acak.tutup Ibrahim. (Edu Laoly).

Baca Juga:

Balas

Email Anda tidak akan ditampilkan.